← Kembali ke Informasi Terkini

Berita

RS Soeradji Tirtonegoro Klaten Ajak Seluruh Civitas Hospitalia Jadikan Cuci Tangan sebagai Budaya Keselamatan Pasien

Isi lengkap (detail)

Klaten – Dalam rangka memperingati Hari Cuci Tangan Sedunia yang jatuh pada 15 Oktober 2026, RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten menyelenggarakan kegiatan praktik cuci tangan yang benar pada Rabu (14/10/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat budaya kebersihan tangan sebagai langkah penting dalam pencegahan dan pengendalian infeksi serta peningkatan keselamatan pasien di lingkungan rumah sakit.

Kegiatan dimulai pukul 06.30 WIB dan dilaksanakan secara serentak di tiga titik strategis, yakni Lobi Direksi RS Soeradji, pintu masuk bagian belakang Gedung Dahlia, serta pintu masuk Rehabilitasi Medik. Pelaksanaan di tiga lokasi tersebut memudahkan partisipasi berbagai unsur rumah sakit, mulai dari jajaran direksi dan manajemen, tenaga medis, tenaga kesehatan, staf penunjang, hingga pasien dan pengunjung.

Ratusan peserta mengikuti kegiatan dengan antusias. Selain menjadi momentum peringatan Hari Cuci Tangan Sedunia, kegiatan ini juga memberikan edukasi langsung mengenai enam langkah cuci tangan yang benar dan lima momen kebersihan tangan (Five Moments for Hand Hygiene) sesuai standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Melalui praktik secara langsung, peserta diajak memahami bahwa kebersihan tangan bukan sekadar rutinitas, melainkan bagian penting dari perilaku profesional dalam memberikan pelayanan kesehatan yang aman dan bermutu.

Direktur Utama RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten Dr. dr. Sholahuddin Rhatomy, Sp.OT. (K) Hip & Knee menegaskan bahwa konsistensi menjaga kebersihan tangan merupakan bentuk kepedulian bersama dalam melindungi keselamatan pasien, tenaga kesehatan, maupun seluruh pengunjung rumah sakit.

“Penghargaan dan apresiasi yang tulus saya sampaikan kepada seluruh staf medis, tenaga kesehatan, jajaran manajemen, serta seluruh pasien dan pengunjung rumah sakit. Konsistensi dan kepedulian Bapak/Ibu sekalian dalam menjaga kebersihan tangan adalah garda terdepan pelindung keselamatan bersama,” ungkap Direktur Utama dalam pesannya memperingati Hari Cuci Tangan Sedunia 2026.

Ia juga mengajak seluruh civitas hospitalia untuk menjadikan kebersihan tangan sebagai budaya dan karakter utama dalam setiap aktivitas pelayanan. Penerapan lima momen kebersihan tangan secara disiplin, pelaksanaan enam langkah cuci tangan yang benar, serta penggunaan air mengalir dan sabun atau hand rub menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko infeksi terkait pelayanan kesehatan.

“Melalui momentum ini, mari jadikan cuci tangan sebagai budaya dan karakter utama, bukan sekadar rutinitas,” pesannya.

Kebersihan tangan memiliki peran strategis dalam memutus rantai penularan mikroorganisme penyebab infeksi. Di fasilitas pelayanan kesehatan, kepatuhan terhadap praktik kebersihan tangan turut mendukung upaya pencegahan Healthcare-Associated Infections (HAIs) atau infeksi terkait pelayanan kesehatan. Upaya tersebut juga berkaitan dengan pengendalian resistensi antimikroba melalui pencegahan infeksi dan penguatan praktik penggunaan antibiotik yang tepat.

Untuk memastikan kebiasaan tersebut tidak berhenti pada kegiatan seremonial, RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten juga menekankan pentingnya pengawasan dan evaluasi secara berkelanjutan. Upaya tindak lanjut mencakup pemenuhan fasilitas kebersihan tangan, pemantauan kepatuhan di setiap unit, edukasi bagi pegawai baru dan peserta didik, serta evaluasi lintas sektor terkait pencegahan dan pengendalian infeksi.

Dengan langkah tersebut, diharapkan kebersihan tangan semakin melekat dalam budaya kerja seluruh unsur rumah sakit dan menjadi bagian dari komitmen bersama untuk memberikan pelayanan yang aman bagi setiap pasien.

Peringatan Hari Cuci Tangan Sedunia 2026 menjadi pengingat bahwa tindakan sederhana dapat memberikan dampak besar bagi kesehatan. Melalui kepatuhan dan konsistensi seluruh pihak, RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten terus berupaya memperkuat budaya keselamatan pasien dan meningkatkan mutu pelayanan kesehatan.