← Kembali ke Informasi Terkini
Bagaimana Kanker Paru Dapat Diketahui Lebih Awal Sebelum Stadium Lanjut?
dr. Kurniyanto, Sp.P (K)-Onk - Kanker merupakan penyakit yang ditandai dengan adanya sel yang abnormal yang bisa berkembang tanpa terkendali dan memiliki kemampuan untuk merusak jaringan tubuh. Kanker paru dalam arti luas adalah semua penyakit keganasan di paru, mencakup keganasan yang berasal dari paru sendiri maupun keganasan dari luar paru (metastasis tumor di paru). Dalam pembahasan ini yang dimaksud dengan kanker paru ialah kanker paru primer.
Bagaimana data kanker paru di dunia dan di Indonesia?
World Health Organization menyebutkan kanker sebagai salah satu penyebab kematian utama di seluruh dunia. Berdasarkan data dari Global Burden of Cancer (GLOBOCAN) 2020 yang diperoleh dari International Agency for Research on Cancer, didapatkan data bahwa kanker payudara menempati urutan pertama, diperkirakan 2,3 juta kasus baru (11.7%), diikuti kanker paru (11.4%), kolorektal (10.0 %), prostat (7.3%), dan kanker lambung (5.6%).
Kanker paru tetap menjadi penyebab utama kematian karena kanker dengan perkiraan 1,8 juta kasus kematian (18%), diikuti kolorektal (9.4%), liver (8.3%), lambung (7.7%), dan kanker payudara (6.9%).
Di Indonesia, berdasarkan data Globocan 2020, jumlah kasus baru kanker paru menempati urutan ke-3 (8,8%), setelah kanker payudara (16,6%), dan kanker serviks (9,2%). Kanker paru merupakan jenis kanker yang paling banyak yang terjadi pada laki-laki (14,1%).
Bagaimana prognosa dan harapan hidup kanker paru?
Kanker paru sebagai jenis penyakit kanker dengan prognosis paling buruk yaitu rendahnya angka tahan hidup dibandingkan dengan jenis kanker lainnya. Insiden kanker paru termasuk rendah pada usia di bawah 40 tahun, namun meningkat sampai dengan usia 70 tahun. Banyak faktor yang mempengaruhi prognosis itu, antara lain jenis sel kanker, staging penyakit pada saat ditemukan, tampilan umum, dan terapi yang diberikan.
Pasien yang menjalani pengobatan kemoterapi dalam kondisi stadium 4 memiliki angka harapan hidup hingga 10 bulan ke depan. Sementara bila tak diobati, angka harapan hidupnya diperkirakan 3 bulan.
Bagaimana faktor risiko kanker paru?
Faktor risiko :
- Perokok : penelitian menunjukkan bahwa lebih dari 63 jenis bahan yang dikandung asap rokok itu bersifat karsinogen. Secara epidemiologis juga terlihat kaitan kuat antara kebiasaan merokok dengan insiden kanker paru.
- Perokok pasif : perempuan perokok pasif akan terkena kanker paru lebih tinggi daripada mereka yang tidak terpajan asap rokok.
- Pajanan di tempat kerja : asbes, radon, silika, dan polusi udara.
- Kerentanan genetik
- Penyakit paru kronik
- Anamnesis
- Batuk-batuk dengan / tanpa dahak (dahak putih, dapat juga purulen).
- Batuk darah
- Sesak napas
- Suara serak
- Sakit dada
- Sulit / sakit menelan.
- Benjolan di pangkal leher.
- Sembab muka dan leher, kadang-kadang disertai sembab lengan dengan rasa nyeri yang hebat.
- Berat badan berkurang.
- Nafsu makan hilang.
- Demam hilang timbul.
- Pemeriksaan Jasmani
- Gambaran Radiologis
- Pemeriksaan Khusus
- Bronkoskopi
- Biopsi Aspirasi Jarum
- Transbronchial Needle Aspiration (TBNA)
- Transbronchial Lung Biopsy (TBLB)
- Transthoracic Needle Aspiration (TTNA)
- Biopsi Transtorakal (Transthoraxic Biopsy, TTB)
- Aspirasi Jarum Halus (AJH)
- Core Biopsy
- Biopsi Pleura
- Pleuroskopi
- Video Assisted Thoracoscopic Surgery (VATS)
- Sitologi Sputum
- Pemeriksaan Biologi Molekuler
- Pembedahan
- Radioterapi
- Kemoterapi
- Terapi target
- Imunoterapi
- Sangat disarankan untuk menerapkan gaya hidup cegah kanker seperti pola makan alamiah tanpa pewarna, perasa, dan pengawet, melakukan olahraga rutin, tidak merokok, dan mengendalikan stres.
- Segera periksa ke dokter jika ada keluhan seperti yang sudah disampaikan di atas, terutama keluhan yang menyangkut sistem pernapasan dan mempunyai faktor risiko kanker paru.